๐ป Ceramah Amar Ma Ruf Nahi Munkar
ContohPidato Terbaru Tentang Amar Ma'ruf Nahi Munkar Ditulis Admin Kamis, 09 April 2020 Tulis Komentar Edit Contoh Teks Pidato - Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal.
#ceramah #ceramahsingkat #tausiyah #kultum #ustadzabdulsomad #ramadhan2023 Amar ma'ruf nahi mungkar - Ceramah singkat Ustadz Abdul Somadceramah,ceramah singk
Terakhir diperbaharui: Jumat, 27 September 2019 pukul 8:39 am. Tautan: https://rodja.id/2gi. Amar Maโruf Nahi Munkar merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yaโla Kurnaedi, Lc. dalam pembahasan Kitab Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman. Kajian ini disampaikan pada 5 Dzul Qaโidah 1440 H / 08 Juli 2019 M.
Urgensi Amar Ma ruf Nahi Mungkar. Urgensi Amar Maโruf Nahi Mungkar Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba
Konsisnten dalam ber-amar ma'ruf nahi munkar adalah sangat penting dan merupakan suatu keharusan, sebab jika ditinggalkan oleh semua individu dalam sebuah masyarakat akan berakibat fatal yang ujung-ujungnya berakhir dengan hancurnya sistem dan tatanan masyarakat itu sendiri. Harus disadari bahwa masyarakat itu layaknya sebuah bangunan.
Amr bil Maโroof wa Nahi โanil Munkar is a popular Qurโanic phrase which means โEnjoining the Maโroof and forbidding the Munkarโ. Maโroof means โgood, known, well-known, generally recognized, beneficence, approved by Shariahโ. So Amr Bil Maโroof means โEnjoining the good, the approvedโ. Munkar, which is the opposite of Ma
This study is a literature review, the method used is descriptive method, and conclusions are drawn by using deductive thinking. The result of this study is that religion gives freedom to anyone to choose between religion or even being an atheist. The practice of amar ma'ruf nahi munkar is a religious order and does not violate religious
Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips. Dikutip dari buku The Miracle of Amar Ma'ruf Nahi Munkar, Ibnu Mas'ud (2018), melakukan amar makruf nahi mungkar adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap umat Islam. Hal ini merupakan bentuk kepatuhan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Cara
this study is to understand the concept of Amar ma'ruf nahi munkar in the Qur'an based on selected interpretations, understand the provisions of the application of Amar ma'ruf nahi munkar in the Qur'an to create a good and peaceful society, understand implications of the concept of amar ma'ruf nahi munkar in the Qur'an on Islamic Religious
. Ilustrasi jelaskan pentingnya penguasa yang adil bagi tegaknya amar ma'ruf nahi munkar - Sumber pentingnya penguasa yang adil bagi tegaknya amar ma'ruf nahi munkar adalah pertanyaan dalam pelajaran agama Islam. Tepatnya, soal tersebut ada pada buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk Kelas 12 SMA/SMK/SMK/MAK, Penerbit Duta. Dalam Islam, penguasa adalah individu atau kelompok yang memiliki kekuasaan politik dan otoritas dalam memimpin suatu wilayah. Penguasa bertanggung jawab menjalankan tugas kepemimpinan dan memerintah umat dengan berlandaskan ajaran Pentingnya Penguasa yang Adil bagi Tegaknya Amar Ma'ruf Nahi Munkar!Ilustrasi jelaskan pentingnya penguasa yang adil bagi tegaknya amar ma'ruf nahi munkar - Sumber ajaran agama Islam, penguasa yang adil memiliki peran yang sangat penting dalam tegaknya amar ma'ruf nahi munkar, yaitu menyuruh pada yang ma'ruf kebaikan dan mencegah dari yang munkar kejahatan. Berdasarkan buku Kepemimpinan dalam Perspektif Islam, Ari Prasetyo, Zifatama Jawara, 2014, pentingnya penguasa yang adil dalam Islam artinya memerintah kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Penguasa yang adil memiliki tanggung jawab untuk menjaga keadilan, menegakkan hukum syariat, melindungi hak-hak rakyat, dan menghindari penyelewengan dalam menjalankan tugas yang adil bertindak sebagai wakil Allah SWT di dunia ini dan berkewajiban untuk memastikan tegaknya ajaran-ajaran Islam yang benar. Seperti mengedepankan keadilan, menghormati hak asasi manusia, menegakkan kebenaran, serta menjaga itu, penguasa yang adil bagi tegaknya amar ma'ruf nahi munkar juga berperan dalam memberikan perlindungan terhadap umat Islam. Mereka harus melawan berbagai penindasan dan pelecehan terhadap agama, serta memastikan pelaksanaan ibadah secara bebas dan aman. Dalam Islam, umat dianjurkan untuk berperan aktif dalam mendorong dan melaksanakan kebaikan, serta mencegah dan melawan segala bentuk kejahatan dan kemungkaran. Peran penguasa yang adil sangatlah penting dalam mewujudkan hal adalah karena penguasa memiliki otoritas dan kekuasaan. Otoritas dan kekuasaan tersebut dapat digunakan untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mendukung amar ma'ruf nahi demikian, penguasa yang adil memiliki peran strategis dalam tegaknya amar ma'ruf nahi munkar dalam Islam. Kehadiran penguasa yang adil akan membantu menciptakan masyarakat yang berlandaskan keadilan, moralitas, dan ketertiban yang harmonis. Demikian penjelasan sebagai jawaban dari pertanyaan jelaskan pentingnya penguasa yang adil bagi tegaknya amar ma'ruf nahi munkar dalam Islam. Hal tersebut penting agar umat dapat hidup sesuai dengan nilai-nilai agama dari Allah SWT dan Rasul-Nya. DNR
Amar maโruf nahi munkar adalah kewaijban setiap muslim yang paling utama, yang akan menjadi jalan keselamatan dan menghindarkan dari murka Allah, di dunia maupun di akhirat. amar maโruf nahi munkar harus tegak, dalam segala tataran masyarakat, baik sosial, individu, keluarga, masyarakat, nasional bahkan internasional. Kita harus senantiasa ingat bahwa amar maโruf nahi munkar adalah perintah Allah, yang mana Allah menjanjikan keberuntungan bagi kita bila menegakkannya. *** KHUTBAH JUMโAT PERTAMA ุงููุญูู
ูุฏู ููููู ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู
ููููู, ุฃูุญูู
ูุฏููู ุณูุจูุญูุงูููู ููุฃูุดูููุฑููู, ููุฃูุณูุฃููููู ุงููู
ูุบูููุฑูุฉู ููููู
ู ุฃููู ูุงูู ุฅููููู ุฅููุงูู ุงูููู ููุญูุฏููู ูุงู ุดูุฑููููู ูููู ูู ุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ุณููููุฏูููุง ููููุจููููููุงู
ูุญูู
ููุฏูุงุนูุจูุฏููู ููุฑูุณููููููู ุงููู
ูุจูุนูููุซู ุจูุงุงููููุฏูู ููุงููููููุฑูุงููู
ูุจููููู,ุตููููู ุงูููู ูู ุนูููู ุฃููููู ููุตูุญูุจููู ุฃูุฌูู
ูุนููููู ุฃูู
ููุง ุจูุนูุฏู ููุฃูููุตูููููู
ู ููููููุณููู ุจูุชูููููู ุงูููู ุชูุนูุงููู ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู
ููููุง ุงุชูููููุง ุงูููููู ุญูููู ุชูููุงุชููู ูููุงู ุชูู
ููุชูููู ุฅููุงูู ููุฃูููุชูู
ู ู
ูุณูููู
ูููู ููุง ุฃููููููุง ุงููููุงุณู ุงุชูููููุง ุฑูุจููููู
ู ุงูููุฐูู ุฎูููููููู
ู ู
ููู ููููุณู ููุงุญูุฏูุฉู ููุฎููููู ู
ูููููุง ุฒูููุฌูููุง ููุจูุซูู ู
ูููููู
ูุง ุฑูุฌูุงูุงู ููุซููุฑูุง ููููุณูุงุกู ููุงุชูููููุง ุงูููููู ุงูููุฐูู ุชูุณูุงุกูููููู ุจููู ููุงูุฃูุฑูุญูุงู
ู ุฅูููู ุงูููููู ููุงูู ุนูููููููู
ู ุฑููููุจูุง ููุฅูููู ุฎูููุฑู ุงููุญูุฏููุซู ููุชูุงุจู ุงูููููู, ููุฎูููุฑู ุงููููุฏููู ููุฏููู ู
ูุญูู
ููุฏู, ููุดูุฑูู ุงูุฃูู
ููุฑู ู
ูุญูุฏูุซูุงุชูููุง, ููููููู ู
ูุญูุฏูุซูุฉู ุจูุฏูุนูุฉู, ููููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงูููุฉู ููููููู ุถููุงูููุฉู ููู ุงููููุงุฑู ูุงู ุชุนุงูู ูููุชูู
ู ุฎูููุฑู ุฃูู
ููุฉู ุฃูุฎูุฑูุฌูุชู ููููููุงุณู ุชูุฃูู
ูุฑูููู ุจูุงููู
ูุนูุฑูููู ููุชููููููููู ุนููู ุงููู
ููููุฑู ููุชูุคูู
ูููููู ุจูุงูููู โKamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maโruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.โ QS. Ali Imran 110. Jamaah salat Jumat rahimakumullah Di hari yang penuh berkah ini, mari kita menghadapkan hati kita kepada Allah, membuka hati dan pikiran untuk sejenak menyimak nasihat khutbah yang kami harapkan dapat menambahkan ketakwaan kita kepada Allah. Maโasyiral muslimin jamaah salat Jumat rahimakumullah Jika kita perhatikan dan kita amati secara sepintas saja, apa yang terjadi saat ini di tengah masyarakat muslimin, kita akan mendapatkan fenomena yang seharusnya menjadikan kita semua prihatin akan umat ini. Perhatian ini menjadikan kita mawas diri dan berusaha menjadikan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar kita tidak termasuk golongan mereka yang telah melampaui batas. Sekian banyak bentuk kesyirikan, kezaliman, kejahatan, kemaksiatan yang dengan begitu mudah kita temukan di sekitar kita. Contohnya praktik kesyirikan sudah menjadi suatu yang biasa dilakukan orang. Bahkan dukun, para normal, tukang ramal, ahli zodiak, dan orang-orang semacam mereka, yang jelas-jelas melakukan praktik kesyirikan, dianggap sebagai tokoh panutan dan memiliki tempat terhormat di tengah masyarakat. Contoh lain di antara kaum muslimin sudah tidak bisa lagi menghargai nyawa seseorang, tidak bisa menghargai harta orang lain, dan bahkan tidak bisa menghargai kehormatan manusia. Padahal itu semua telah dilindungi oleh Islam, dan tidak boleh diganggu. Semua itu terjadi karena mereka telah meninggalkan Agama yang hanif ini, menuruti hawa nafsu, terpedaya dan tertipu oleh bujuk rayu setan serta gemerlapnya kehidupan dunia. Di sisi lain, di antara kaum muslimin tidak lagi memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap saudaranya sesama muslim, tidak peduli dengan kejadian dan kondisi yang ada, sehingga segala bentuk kemungkaran semakin hari tumbuh subur, dan sebaliknya segala bentuk kebaikan mulai terkikis dan asing di hadapan manusia. Orang-orang yang ingin selalu konsisten dan istiqamah menjalankan agama dengan benar menjadi asing di tengah masyarakatnya. Sikap keislaman yang baik terkesan batil dan begitu juga sebaliknya. Yang sunah dan sesuai dengan contoh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dianggap sebagai sikap beragama yang ekstrim, dan sebaliknya yang bidโah dianggap sebagai jalan kebenaran sejati. Semua itu adalah karena yang menjadi tolok ukur beragama adalah perasaan dan keridhaan manusia, bukan keridhaan Allah Subhanahu wa Taโala. Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memperingatkan kita semua dari sikap timpang semacam ini dalam sabda beliau, ู
ููู ุงููุชูู
ูุณู ุฑูุถูุง ุงููู ุจูุณูุฎูุทู ุงููููุงุณู ููููุงูู ุงููู ู
ูุคูููุฉู ุงููููุงุณูุ ููู
ููู ุงููุชูู
ูุณู ุฑูุถูุง ุงููููุงุณู ุจูุณูุฎูุทู ุงููู ูููููููู ุงููู ุฅูููู ุงููููุงุณู. โBarangsiapa yang mencari ridha Allah dengan mengacuhkan kebencian manusia maka Allah mencukupkannya dari beban manusia, dan barangsiapa yang mencari ridha manusia dengan mengesampingkan kemurkaan Allah maka Allah akan menguasakan manusia atas dirinya.โ HR. at-Tirmidzi no. 2414 dan dishahihkan oleh al-Albani. Jamaah salat Jumat rahimakumullah Sebegitu hebat kemungkaran yang telah dianggap biasa di tengah masyarakat kita, sampai yang baik menjadi suatu yan dianggap aneh. Orang yang rajin salat berjamaah aneh, kaum muslimah yang mengenakan hijab sesuai syariat aneh, rajin ke tempat-tempat pengajian aneh, laki-laki muslim yang memotong pakaiannya agar tidak isbal aneh, dan semua yang sebenarnya adalah tepat sebagaimana yang diridhai Allah Subahanahu wa Taโala, menjadi suatu yang aneh dan asing. Maka sungguh benar Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam manakala beliau bersabda, ุจูุฏูุฃู ุงููุฅูุณูููุงู
ู ุบูุฑูููุจูุง ููุณูููุนูููุฏู ููู
ูุง ุจูุฏูุฃู ุบูุฑูููุจูุงุ ููุทูููุจูู ููููุบูุฑูุจูุงุกูุ ุงูููุฐููููู ููุตูููุญููููู ู
ูุง ุฃูููุณูุฏู ุงููููุงุณู ู
ููู ุจูุนูุฏููู ู
ููู ุณููููุชููู . โIslam mulanya dianggap aneh asing dan akan kembali dianggap asing seperti semula. Maka kabar gembira yang besar bagi orang-orang yang dianggap aneh asing, yaitu, orang-orang yang memperbaiki menjalankan dengan baik perkara-perkara sunahku yang telah dirusak orang-orang setelahku.โ HR. Ahmad dan Muslim Jamaah salat Jumat rahimakumullah Karenanya, merupakan tugas dan kewajiban setiap muslim untuk selalu menjaga kemurnian agama, dengan senantiasa menegakkan kebenaran dan mencegah setiap bentuk kemungkaran. Tentunya kita pernah membaca dan mendengar permisalan yang pernah disampaikan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, sebagaimana beliau bersabda, ู
ูุซููู ุงููููุงุฆูู
ู ุนูููู ุญูุฏูููุฏู ุงููู ููุงููููุงููุนู ููููููุง ููู
ูุซููู ููููู
ู ุงุณูุชูููู
ูููุง ุนูููู ุณูููููููุฉู ููุฃูุตูุงุจู ุจูุนูุถูููู
ู ุฃูุนูููุงููุง ููุจูุนูุถูููู
ู ุฃูุณูููููููุง ููููุงูู ุงูููุฐููููู ููู ุฃูุณูููููููุง ุฅูุฐูุง ุงุณูุชูููููุง ู
ููู ุงููู
ูุงุกู ู
ูุฑููููุง ุนูููู ู
ููู ููููููููู
ู ููููุงููููุง ูููู ุฃููููุง ุฎูุฑูููููุง ููู ููุตูููุจูููุง ุฎูุฑูููุง ููููู
ู ููุคูุฐู ู
ููู ููููููููุงุ ููุฅููู ููุชูุฑูููููููู
ู ููู
ูุง ุฃูุฑูุงุฏูููุง ููููููููุง ุฌูู
ูููุนูุง ููุฅููู ุฃูุฎูุฐูููุง ุนูููู ุฃูููุฏูููููู
ู ููุฌูููุง ููููุฌูููุง ุฌูู
ูููุนูุง. โPerumpamaan orang yang teguh dalam menjalankan hukum-hukum Allah dan orang yang terjerumus di dalamnya, adalah seperti sekelompok orang yang berada di dalam sebuah kapal, ada yang mendapatkan tempat di atas melewati orang-orang yang di atas, dan ada yang memperoleh tempat di bawah. Seadng yang di bawah jika mereka berkata, Lebih baik kita melobangi tempat di bagian kita ini bagian bawah, supaya tidak mengganggu kawan-kawan kita yang di atas.โ Rasulullah bersabda, Maka jika mereka yang di atas membiarkan orang yang di bawah melakukan hal itu, pasti binasalah semua orang yang ada di dalam perahu tersebut, namun apabila mereka mencegahnya mereka semua akan selamatโ.โ HR. Al-Bukhari no. 2493. Jamaah salat Jumat rahimakumullah Jika kita renungkan dengan dalam perumpamaan agung yang disabdakan oleh Nabi shalallahu alaihi wa sallam ini, yaitu seorang hamba Allah yang paling mengetahui tentang keadaan umatnya, tentang sebab-sebab kemuliaan dan kerusakan yang akan terjadi pada mereka berdasarkan wahyu dari Allah Subhanahu wa Taโala, maka kita akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang agungnya keutamaan mengajak orang kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan jahat dan mungkar, yang kita kenal dalam istilah amar maโruf nahi munkar. Allah Subhanahu wa Taโala berfirman, ุฅูููู ุงูููุฐูููู ููููุฑููุง ููู ุชูุบููููู ุนูููููู
ู ุฃูู
ูููุงููููู
ู ูููุขูุฃููููุงูุฏูููู
ู
ูููู ุงูููู ุดูููุฆูุง ููุฃููููุงูุฆููู ููู
ู ูููููุฏู ุงููููุงุฑู โKalian adalah umat yang terbaik yang pernah dilahirkan untuk manusia, karena menyuruh kepada yang maโruf, dan mencegah dari yang munkar,dan beriman kepada Allah.โ QS. Ali Imran 110 Al-Allamah As-Saโdi mengomentari ayat ini dengan mengatakan, โAllah memuji umat ini sebagai umat yang paling baik yang Allah ciptakan untuk umat manusia. Hal itu dikarenakan Allah menyempurnakan Iman bagi diri mereka, yang dengan iman itu mereka melaksanakan apa-apa yang diperintahkan Allah, dan menyempurnakan mereka untuk orang lain dengan amar maโruf dan nahi munkar, yang mencakup mendakwahi manusia untuk kembali kepada Allah. Dengan inilah maka umat Islam ini adalah umat terbaik.โ Dan sebaliknya Allah melaknat orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab, karena mereka membiarkan kemungkaran terjadi di tengah mereka. Allah Subhanahu wa Taโala berfirman, ููุนููู ุงูููุฐูููู ููููุฑููุง ู
ูู ุจูููู ุฅูุณูุฑูุงุกูููู ุนูููู ููุณูุงูู ุฏูุงููุฏู ููุนููุณูู ุงุจููู ู
ูุฑูููู
ู ุฐููููู ุจูู
ูุง ุนูุตูููุง ูููููุงูููุง ููุนูุชูุฏูููู {78} ููุงูููุง ูุงูููุชูููุงูููููู ุนูู ู
ูููููุฑู ููุนูููููู ููุจูุฆูุณู ู
ูุง ููุงูููุง ููููุนูููููู โTelah dilaknat orang-orang kafir dari bani Israil melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama ain tidak saling melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selali mereka perbuat itu.โ Al-Maโidah 78-79 Ini menunjukkan bahwa membiarkan kemungkaran dan kemaksiatan adalah salah satu sifat orang-orang yang dilaknat Allah. Al-Allamah As-Saโdi berkata, setelah menafsirkan ayat ini, โHal itu perbuatan mereka yang diam terhadap kemungkaran menunjukkan sikap meremehkan perintah Allah dan bahwasanya berbuat maksiat kepada-Nya adalah suatu yang ringan bagi mereka. Seandainya mereka memiliki rasa pengagungan kepada Rab mereka, niscaya mereka tidak akan menabrak hal-hal yang diharamkan Allah, dan niscaya mereka tidak akan menyukai terhadap sesuatu yang diharamkan Alah. Dan sesungguhnya diam terhadap kemungkaran โpadahal mampu untuk merubahnya- adalah sikap yang mendatangkan hukuman; karena mendiamkan kemungkaran akan menimbulkan kerusakan-kerusakan yang besar Di antaranya, hal itu menunjukkan sikap meremehkan dan menganggap enteng kemaksiatan. Demikian juga hal itu akan menumbukan keberanian bagi orang-orang yang gemar melakukan maksiat dan orang-orang fasik untuk semakin berani melakukan maksiat, bahkan secara terang-terangan. Apabila kemungkaran dibiarkan, maka ilmu Agama akan semakin redup di tengah masyarakat dan kejahilan justru akan semakin merajalela, karena apabila kemaksiatan demi kemaksiatan begitu saja dilakukan orang, dan dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha untuk merubahnya, maka masyarakat yang memang minim dengan ilmu agama akan menganggap itu semua sebagai suatu yang bukan maksiat. Mendiamkan maksiat boleh jadi akan menyebabkan kemaksiatan menjadi suatu yang bagus dalam pandangan masyarakat luas, sehingga sebagian masyarakat akan meniru perbuatan pelaku maksiat karena menganggapnya sebagai sesuatu yang bagus.โ Dikutip dari Tafsir as-Saโdi secara ringkas dan adaptasi, Ali Imran 78-79. Jamaah salat Jumat rahimakumullah Oleh karena itu, amar maโruf nahi munkar adalah kewaijban setiap muslim yang paling utama, yang akan menjadi jalan keselamatan dan menghindarkan dari murka Allah, di dunia maupun di akhirat. amar maโruf nahi munkar harus tegak, dalam segala tataran masyarakat, baik sosial, individu, keluarga, masyarakat, nasional bahkan internasional. Kita harus senantiasa ingat bahwa amar maโruf nahi munkar adalah perintah Allah, yang mana Allah menjanjikan keberuntungan bagi kita bila menegakkannya. Perhatikan Firman-Nya berikut ini, ููููุชูููู ู
ูููููู
ู ุฃูู
ููุฉู ููุฏูุนูููู ุฅูููู ุงููุฎูููุฑู ููููุฃูู
ูุฑูููู ุจูุงููู
ูุนูุฑูููู ูููููููููููู ุนููู ุงููู
ููููุฑู ููุฃููููุงูุฆููู ููู
ู ุงููู
ูููููุญูููู โDan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyruh kepada yang maโruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.โ Ali-Imran 104 Lebih dari itu, amar mโaruf nahi munkar adalah salah satu di antara sifat-sifat asasi seorang mukmin sejati, dan karenanya Allah menjanjikan rahmat bagi mereka. Allah Subhanahu wa Taโala befirman, ููุงููู
ูุคูู
ูููููู ููุงููู
ูุคูู
ูููุงุชู ุจูุนูุถูููู
ู ุฃูููููููุขุกู ุจูุนูุถู ููุฃูู
ูุฑูููู ุจูุงููู
ูุนูุฑูููู ูููููููููููู ุนููู ุงููู
ููููุฑู ูููููููู
ูููู ุงูุตูููุงูุฉู ููููุคูุชูููู ุงูุฒููููุงุฉู ููููุทููุนูููู ุงูููู ููุฑูุณูููููู ุฃููููุงูุฆููู ุณูููุฑูุญูู
ูููู
ู ุงูููู ุฅูููู ุงูููู ุนูุฒููุฒู ุญููููู
ูู โDan orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong sebagian yang lain, mereka menyuruh mengerjakan yang maโruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan salat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.โ QS. At-Taubah 71 ุจูุงุฑููู ุงููู ูููู ููููููู
ู ููู ุงููููุฑูุขูู ุงููููุฑูููู
ู ููุฌูุนูููููุง ุงููู ู
ููู ุงูููุฐููููู ููุณูุชูู
ูุนููููู ุงูููููููู ููููุชููุจูุนููููู ุฃูุญูุณููููู. ุฃููููููู ูููููููู ูุฐุง ููุฃูุณูุชูุบูููุฑู ุงููู ูููู ููููููู
ู ููููุฌูู
ูููุนู ุงููู
ูุณูููู
ููููู KHUTBAH JUMโAT KEDUA ุงููุญูู
ูุฏู ููููู ููููููู,ููุณููููู
ู ุนูููู ุนูุจูุงุฏููู ุงูููุฐููู ุงุตูุทูููู,ุฃูุญูู
ูุฏููู ุณูุจูุญูุงูููู ููุฃูุดูููุฑููู ูููู ุงููุฃูุฎูุฑูุฉู ููุงููุฃูููููู ,ููุฃูุดูููุฏู ุฃููู ูุงู ุฅููููู ุฅููุงูู ุงูููู ููุญูุฏููู ูุงู ุดูุฑููููู ูููู, ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุงุนูุจูุฏููู ููุฑูุณููููููู,ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุนูููู ุฃููููู ููุตูุญูุจููู ููุณููููู
ู ุชูุณูููููู
ูุงููุซูููุฑูุง Jamaah salat Jumat rahimakumullah Kepedulian kita untuk merubah kemungkaran, adalah salah satu di antara barometer keimanan kita. Coba kita simak dengan baik sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam berikut ini, Dari Ibnu Masโud bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, ู
ูุง ู
ููู ููุจูููู ุจูุนูุซููู ุงููู ููู ุฃูู
ููุฉู ููุจููููู ุฅููููุง ููุงูู ูููู ู
ููู ุฃูู
ููุชููู ุญูููุงุฑูููููููู ููุฃูุตูุญูุงุจู ููุฃูุฎูุฐููููู ุจูุณููููุชููู ููููููุชูุฏููููู ุจูุฃูู
ูุฑูููุ ุซูู
ูู ุฅููููููุง ุชูุฎููููู ู
ููู ุจูุนูุฏูููู
ู ุฎููููููู ูููููููููููู ู
ูุง ููุง ููููุนููููููู ููููููุนููููููู ู
ูุง ููุง ููุคูู
ูุฑูููููุ ููู
ููู ุฌูุงููุฏูููู
ู ุจูููุฏููู ูููููู ู
ูุคูู
ูููุ ููู
ููู ุฌูุงููุฏูููู
ู ุจูููุณูุงููููุ ูููููู ู
ูุคูู
ููู ููู
ููู ุฌูุงููุฏูููู
ู ุจูููููุจูููุู ูููููู ู
ูุคูู
ููู ููููููุณู ููุฑูุงุกู ุฐูู ู
ููู ุงููุฅูููู
ูุงูู ุญูุจููุฉู ุฎูุฑูุฏููู. โTidaklah seorang nabi yang diutus oleh Allah sebelumku, melainkan dia memiliki para pembela yang setia dan sahabat-sahabat yang mengikuti sunahnya dan mengikuti perintahnya, kemudian setelah itu datanglah orang-orang yang mengatakan apa yang tidak mereka perbuat, dan justru melakukan apa yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka barangsiapa yang memerangi mereka dengan tangannya, aka dia adalah seorang Mukmin, barangsiapa yang memerangi mereka dengan lisannya, maka dia juga seorang mukmin, dan barangispa yang memerangi mereka dengna hatinya, maka dia juga seorang Mukmin, dan tidak ada iman yang lebih rendah dari itu meskipun sebesar biji sawi.โ HR. Muslim no. 50 Kita memohon kepada Allah agar diberi kekuatan bashirah, kekuatan hati, kekuatan ilmu, kekuatan lisan untuk membedakan antara yang hak dan yang batil, yang maโruf dan yang mungkar, kemudian kita bersama-sama menegakkan yang maโruf dan memberantas segala bentuk kemungkaran dan kebatilan. Dengan harapan semoga Allah menggolongkan kita sebagai mukmin sejati, melimpahkan rahmat bagi kita, dan menjadikan kita sebagai orang-orang yang beruntung. ุฅูููู ุงูููู ููู
ููุงูุฆูููุชููู ููุตูููููููู ุนูููู ุงููููุจููู, ููุงุฃููููููุงุงูููุฐููููู ุฃูู
ูููููุง ุตููููููุงุนููููููู ููุณููููู
ูููุง ุชูุณูููููู
ูุง ุงููููููู
ูู ุตูููู ุนูููู ู
ูุญูู
ููุฏู ููุนูููู ุฃููููู ููุฃูุตูุญูุงุจููู ุฃูุฌูู
ูุนููููู ุงููููููู
ูู ุงุบูููุฑู ููููู
ูุคูู
ููููููู ููุงููู
ูุคูู
ูููุงุชู ููุงููู
ูุณูููู
ููููู ููุงููู
ูุณูููู
ูุงุชู ุงููุฃูุญูููุงุกู ู
ูููููู
ู ููุงููุฃูู
ูููุงุชู ุฅูููููู ุณูู
ูููุนู ููุฑูููุจู ู
ูุฌูููุจู ุงูุฏููุนูููุงุชู ุฑูุจููููุง ุธูููู
ูููุง ุฃููููุณูููุง ููุฅูู ูููู
ู ุชูุบูููุฑู ููููุง ููุชูุฑูุญูู
ูููุง ูููููููููููู ู
ููู ุงููุฎูุงุณูุฑูููู ุฑูุจููููุข ุกูุงุชูููุง ููู ุงูุฏููููููุง ุญูุณูููุฉู ููููู ุงููุฃูุฎูุฑูุฉู ุญูุณูููุฉู ููููููุง ุนูุฐูุงุจู ุงููููุงุฑู ููุตููููู ุงูููู ููุณููููู
ู ุนููููู
ูุญูู
ููุฏู ุชูุณูููููู
ูุง ููุซูููุฑูุง ูู ุขุฎูุฑู ุฏูุนูููุงููุง ุงููุญูู
ูุฏูู ูููู ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู
ููููู Info Naskah Khutbah Jumat Penulis Ustadz Husnul Yaqin, Lc. Sumber Khutbah Jumโat Pilihan Setahun, Jilid 2, 1432 H/2011 M, Darul Haq, Jakarta, dengan beberapa penyuntingan seperlunya oleh redaksi Artikel Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi 081 326 333 328 DONASI hubungi 087 882 888 727 Donasi dapat disalurkan ke rekening 4564807232 BCA / 7051601496 Syariah Mandiri / 1370006372474 Mandiri. Hendri Syahrial Keterangan lebih lengkap Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur
๏ปฟKhazanah dalil tentang amanat amar maโruf nahi munkar amatlah berlimpah. Saya kutipkan sedikit saja. Surat Ali Imran ayat 104-105 โDan hendaklah sebagian dari kalian menjadi golongan yang menyeru kepada kemakrufan dan mencegah dari kemungkaran amar maโruf nahi munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan janganlah kalian menyerupai golongan orang yang berpecah-belah dan bermusuhan setelah turunnya keterangan ini al-Qurโan, mereka itulah golongan orang yang ditimpa azab yang pedih.โLalu hadis yang amat terkenal ini Dari Abi Saโid al-Khudri Ra ia berkata Aku telah mendengar Rasulullah Saw bersabda โSiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya, dan jika tak bisa, ubahlah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.โ HR Muslim.Kemudian, akan saya lengkapi dengan nukilan surat An-Nahl ayat 125 di sini. Saya meyakini bahwa membicarakan amanat amar maโruf nahi munkar musykil meninggalkan ayat ini, sebab di dalam ayat inilah tiga jenis metode dakwah itu ditetapkan. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa ayat ini merupakan takhshish tafsir yang mengkhususkan makna yang umum di ayat-ayat amar maโruf nahi munkar lainnya yang harus diperhatikan dengan Quraish Shihab dalam Al-Mishbah jilid 6 memberikan penerjemahan begini โSerulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang terbaik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dia lah yang lebih mengetahui siapa orang-orang yang mendapat petunjuk.โNyaris seluruh ayat tentang amar maโruf nahi munkar termasuk yang telah kita bicarakan luas di bagian Khairul Ummat, yakni surat Ali Imran ayat 110 mengandung kesan bahwa makna yang dituju adalah semua umat Islam wajib menjalankannya. Benarkah begitu?Saya cenderung mengatakan bahwa amar maโruf nahi munkar berlaku kepada kalangan yang mampu menjalankannya belaka. Ini bisa ditemukan dalam surat Ali Imran ayat 104 di atas. Ada kata โminkumโ, sebagian dari ini saya kira akan menjadi makin kokoh jika dirujukkan secara tematik maudhuโi kepada ayat tentang Khairul Ummat Ali Imran 110, yang dalam kitab-kitab tafsir yang telah saya rujuk dan kaji memperlihatkan suatu sifat perbuatan โmengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaranโ yang kandungan dan caranya โselaras dengan nilai-nilai hidup suatu masyarakat sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Ilahiโ.Ingat, keselarasan ini bukan hanya ihwal kandungannya, toh semua kita tanpa syak bersepakat bahwa semua kandungan agama Islam adalah kebenaran dan kebaikan. Karenanya, perihal konten, tak ada ikhtilaf apa pun di antara para ulama dan juga semua umat Islam akan pentingnya syiar Islam untuk terus dijalankan. Jangan lupakan perihal cara menjalankannya, sebab ini pun sangat menentukan terhadap keselarasan dengan โnilai-nilai hidup suatu masyarakat sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai IlahiโMari kita uji sekilas. Ayat tentang menjalankan puasa Ramadhan benar mutlak. Semua sepakat. Umpama ada orang-orang yang tidak berpuasa, kita meyakini secara syariat mereka melakukan kesalahan dan pelanggaran. Bagaimana cara memberitahukan, mengingatkan, atau mengajak mereka meninggalkan kesalahan dan pelanggaran syariat itu? Inilah urgensi Anda langsung mendatangi mereka dan memaki-makinya atau menggebukinya dengan tamparan-tamparan dan pentungan-pentungan, walau Anda nukil ayat-ayat dan hadis-hadis tentang pelanggaran mereka, itu takkan mendatangkan kemaslahatan. Sebaliknya, yang teradi pasti madharat belaka. Bisa perkelahian, bahkan kebencian dan dendam kesumat. Cukuplah merebaknya madharat selalu menjadi pengingat buat kita semua bahwa sikap demikian bermasalah, luput, tidak pada tempatnya, dan karenanya justru bertentangan dengan asas pokok kerahamatan syariat cerita bila Anda mendekati mereka dengan cara-cara persuasif, humanis, etis, niscaya takkan ada gelegak kebencian dan kemarahan antara diri Anda dan Mus dengan arif menasihatkan bahwa amar maโruf nahi munkar sama sekali tak cukup untuk dijalankan dengan tanpa kompetensi keilmuan yang mendalam terkait agama itu sendiri dan pula cara menjalankannya dengan makruf. Jadi, orang yang menjalankan amanat amar maโruf nahi munkar haruslah memiliki dua pilar pokoknya terlebih dahulu keilmuan yang mumpuni tentang agama Islam dan tahu dengan arif dan bijak cara menjalankan amar maโruf nahi munkar agar berbuah keselarasan dengan โnilai-nilai hidup suatu masyarakat sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Ilahiโ.Mesti kita akui di titik ini, musykillah lalu semua orang mampu memiliki dua kompetensi tersebut keilmuan dan kearifan, sehingga logis saja bila dikatakan โminkum, sebagian dari kalianโ.Lalu tepat pada aspek inilah surat An-Nahl 125 tadi menjadi sangat urgen untuk dipahami dengan saksama. Ada tiga metode yang diletakkan ayat tersebut, yakni 1 dakwah dengan hikmah, 2 dakwah dengan nasihat yang baik mauโidah hasanah, dan 3 dakwah dengan dialog/debat yang lebih kita kulik lebih hikmah adalah cinta kepada kebenaran dan kebaikan yang dijalankan dengan baik dan benar pula. Hikmah, katakanlah, segala kebajikan yang dikembangkan dengan kebajikan sehingga buahnya selalu adalah kebajikan. Jika ada suatu ayat yang dijalankan dan diarahkan kepada sesuatu dan membuahkan dampak yang tidak baik lagi, maka itu bukan bagian dari hikmah. Maksudnya, cara mengembangkan dan Asyur dalam tafsirnya, Al-Tahrir wa al-Tanwir, mengatakan bahwa hikmah merupakan khazanah nilai-nilai kebaikan yang mengarahkan perjalanan hidup manusia menjadi lebih baik lagi secara jadi teringat pada tafsirnya tentang Shiratal Mustaqim di ujung ayat surat Al-Fathihah. Beliau Ibnu Asyur mengatakan bahwa bangunan Islam tidaklah semata apa yang terjadi di awal pembentukannya, tetapi keseluruhan hal dan nilai yang lahir sejak awal kebaradaannya dan terus berjalan kelindan hingga akhirnya secara statemen beliau ini sinambung dengan narasinya โkhazanah nilai-nilai kebaikan yang mengarahkan perjalanan hidup manusia menjadi lebih baik lagi secara berkesinambungan.โ Maka dinamika khazanah nilai hidup umat Islam menjadi satu kesatuan perjalanan keimanan dan ketakwaan serta keihsanan yang atas tujuan tersebutlah amanat amar maโruf nahi munkar seyogianya Quraish Shihab menerjemahkan hikmah sebagai sesuatu yang bila digunakan/diperhatikan akan mendatangkan kemaslahatan dan kemudahan yang besar atau lebih besar. Memilih perbuatan yang terbaik dan selaras adalah perwujudan dari hikmah. Memilih sesuatu yang terbaik dan sesuai dari hal yang buruk pun dinamai hikmah. Pelakunya disebut hakim bijaksana. Siapa yang tepat dalam penilaiannya dan dalam pengaturannya, dialah yang wajar menyandang sifat ini atau dengan kata lain dia yang hakim bijaksana.Tentu saja ejawantahnya akan menjadi sangat luas dan beragam. Tergantung kepada konteks masing-masing. Namun kita mengerti bahwa seluruh konteks dimaksud hendaknya selalu selaras dengan asas โnilai-nilai hidup suatu masyarakat sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Ilahiโ. Karenanya, walaupun ada ayatnya, kita sulit untuk mengatakan arif dan bijaksana cum hikmah kepada suami yang menggebuki istrinya dengan niat mendidiknya agar menjadi istri yang lebih baik lagi. Ayat โfadribuhunnaโ tersebut tentulah wajib untuk dijalankan degan asas hikmah tadi dengan tanpa kehilangan konteks musababnya. Begitu pengertian ini ditohokkan kepada kasus sejumlah orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan ini, maka metode hikmah meniscayakan cara syiar yang arif dan bijaksana agar tetap selaras dengan nilai-nilai etis hidup masyarakat. Terlihat di sini bahwa memaki dan memukuli mereka niscaya bukanlah cara yang sesuai dengan nilai-nilai hidup masyarakat tersebut. Karenanya, itu bukanlah cara yang benar untuk mauโidah hasanah memaksudkan nasihat atau pemberitahuan bagaikan Nabi Saw menjalankan pemberitahuan mana jalan yang benar sesuai syariat Allah Swt dan peringatan kepada akibat yang ditimbulkannya bila untuk mencermati bahwa memberikan nasihat tak serta-merta bergerak selaras dengan maslahat. Itu artinya suatu nasihat bisa saja justru mendampakkan pertentangan dengan โnilai-nilai hidup suatu masyarakatโ.Misal, Anda melihat seseorang perempuan tak dikenal di sebuah mal berjalan dengan mengenakan celana pendek yang memamerkan pahanya sedemikian rupa hingga rawan betul memicu rangsangan syahwat kepada liyan. Anda tidak bisa tiba-tiba mencegatnya dan menasihatinya untuk menutup aurat dengan lebih baik lagi. Syiar Anda benar, tetapi cara Anda menjalankan nasihat itulah yang tidak benar. Kata orang Jawa, ora pener. Wajarlah jika Anda berisiko mendapat respons negatif darinya. Jangankan syiar Anda masuk kepadanya, bahkan Anda sendiri bisa saja terseret emosi lalu terjadilah pertengkaran. Jika ini yang terjadi, detik itu juga Anda telah melakukan perbuatan melampaui batas yang dikecam oleh al-Qurโ surat Ali Imran ayat 105 yang telah saya nukil di berhati-hatilah dan bersaksamalah selalu. Hal baik bisa saja meruahkan ketidakbaikan jika tidak dikaji dan dicerna matang-matang dulu secara akal sehat dan hati yang bening. Ia pun memerlukan spirit hikmah tadi arif dan jangan lagi berbuat ceroboh atas nama dakwah Islamiyah cum amar maโruf nahi munkar; jangan biarkan diri sendiri terseret dan terjungkal ke lubang permusuhan yang dibenci-Nya; jangan tegakkan kemaslahatan dengan cara tidak maslahat. Jangan mengsuir semur-semut di pohon rambutan yang berbuah ranum dan manis dengan cara membakarnya, karena hanya kerugianlah yang akan Ushul Fiqh mengatakan al-dhararu yuzal wa la yuzalu al-dhararu bi al-dharar, suatu kemadharatan harus dihilangkan akan tetapi kemadharatan itu tak boleh dihilangkan dengan cara yang madharat.Ketiga, dialog/debat dengan cara yang lebih baik. Sejumlah mufassir di antaranya At-Thabathabaโi dan Prof. Quraish Shihab menerjemahkan metode ketiga ini khusus untuk membantah atau membungkam serta kemudian meluruskan pendapat-pendapat yang melenceng tentang agama Allah Swt ini. Di dalam al-Qurโan sendiri, banyak ayat yang secara khusus memberikan bantahan dan bungkaman kepada orang-orang yang tidak beriman atau melencengkan ajaran agamanya hingga tersesat, sebagaimana banyak diderakan kepada kaum Yahudi yang tidak menjalankan hanifan musliman warisan Nabi Ibrahim yang dimaksud โahsanโ lebih baik ialah pada konten-konten dan argumen-argumen dialog/debat yang dibangun, agar menjadi teranglah kebenaran yang haq dari agama Allah Swt esensi maksud wa jadilhum billati hiya Quraish Shihab dengan terang mengatakan ketiga metode dakwah tersebut memiliki segmennya masig-masing. Jika hikmah ditujukan kepada kaum berpengetahuan baik atau cerdik-pandai, mauโidah hasanah ditujukan kepada segmen awam, dan dialog/debat yang lebih baik itu ditujukan kepada orang-orang beda iman yang melencengkan ajaran tauhid agama ini, saya pribadi hanya ingin memberikan penekanan bahwa dalam praktiknya yang niscaya memiliki konteks majemuk, asas-asas ketiga metode tersebut amat mungkin untuk dijalankan dengan tidak bersegmen-segmen begitu pokoknya, saya kira yang mesti selalu menjadi spirit hakikinya dalam semua konteks amar maโruf nahi munkar ialah hikmah itu. Jika disarikan bahwa hikmah adalah semburat cahaya cinta yang lahir dari kedalaman ilmu dan kejernihan hati kepada siapa pun sehingga semata sikap-sikap arif nan bijaksana yang dihamparkan, begitulah seyogianya dakwah agama ini dijalankan. Soal apakah sasaran yang sedang dihadapi golongan awam, atau cendekiawan, atau lintas iman, dan lain sebagainya, itu semua berada di ranah konteks khas masing-masing situasinya. Karenanya, telah saya nyatakan tadi bahwa memahami konteks-konteks khusus menjadi keniscayaan yang mutlak untuk dinalar, dipahami, dikaji, dan dirasa-rasakan sepenuh jernih khazanah fiqh, sekali lagi saya ulangi, pencuri tak mesti dihukum dengan potong tangan. Bisa saja ia diampuni dari ancaman hukuman tersebut, malah disantuni, jika ia mencuri karena memenuhi kebutuhan darurat kelangsungan hidupnya dan hikmah yang bersumber dari kerahmatan Islam peletakan hikmah di urutan pertama ayat tersebut saya kira bisa jadi mengandung pengertian supaya ia menjadi payung besar bagi langkah-langkah dakwah lainnya. Contoh pembandingnya ialah surat an-Nahl ayat 126 yang bertutur tentang bolehnya kita melakukan pembalasan baca menuntut hak atas kezaliman yang dilakukan orang lain. Tetapi lalu segera ditafdhilkan diberi pilihan lebih utama di ayat yang sama bahwa jika memilih bersabar atas kezaliman tersebut, itulah nilai yang lebih baik bagi orang-orang yang di ayat berikutnya, 127, difirmankan โBersabarlah dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan berkat pertolongan Allah Swt dan janganlah bersedih kepada mereka dan jangan merasa sempit dada atas tipu daya kezaliman mereka.โTegasnya, mengedepankan bersabar dengan menyandarkan diri kepada pertolongan Allah Swt atas suatu kezaliman yang menimpa kita adalah sikap rohani teragug sang hamba-Nya. Maka jika sifat agung tersebut dijadikan pilihan terbaik, dapat diyakini bahwa memilihnya merupakan โlebih dikehendakiโ oleh ayat bisa menyaksikan kenyataaan hal ini dalam hukum qishas. Keluarga boleh menuntut sang pembunuh untuk diqishas, tetapi jika keluarga memaafkan itu sungguh jauh lebih diuatamakan. Inilah yang dulu diterapkan oleh Khalifah Utsman bin Affan dan berhasil menyelamatkan nyawa Abdullah bin Umar bin Khattab yang membalas pembunuhan ayahandanya walaupun sebagian kecil sahabat tak menyetujuinya. Sayyidina Ali bin Abi Thalib termasuk orang yang sangat menyetujui dan turut memperjuangakn ishlah kiranya kepada asas hikmah yang terlihat terang sekali merupakan spirit terbesar dalam segala bentuk gerakan amar maโruf nahi munkar ingin tambahkan ayat berikut sebagai permenungan buat kita semua yang hendak menjalankan amar maโruf nahi Ali Imran 159 โMaka disebabkan rahmat dari Alah Swt lah kamu bisa bersikap lemah lembut kepada mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan berembuklah dengan mereka dalam urusan itu.โMari berendah hati selalu bahwa ikhtiar rasional kita mesti dibatasi pada semata menyampaikan ajaran agama ini demi makin tegaknya keimanan, ketakwaan, dan keihsanan. Tidak bergerak lebih jauh hingga rawan terseret melampaui batas. Berikutnya, setelah ikhtiar dakwah bernaungkan hikmah itu dijalankan, serahkanlah kepada Allah Swt dengan memperbanyak permohonan kepada-Nya agar hidayah dan taufik-Nya dicurahkan kepada diri, keluarga, dan semua ingat, jangankan kita, bahkan Rasulullah Saw tidak punya wewenang untuk mengaruniakan hidayah kepada orang lain yang dikasihinya sekalipun. Lihatlah kembali surat Al-Qashas ayat 56. Lalu mari ingat lagi, jangankan kita, bahkan Rasulullah Saw pun dilarang oleh Alah Swt untuk menjalankan syiarnya dengan paksaan dalam segala bentuknya tentu saja. Lihatlah kembali surat Yunus ayat Rasulullah Saw menjalankan semua syiar Islam dengan sepenuh-penuhnya kerahmatan, kasih sayang, pengampunan, pemaaafan, etika kemanusiaan, cum ihsan dan akhlak jadikan perenungan mendalam pada masing-masing kitaPertama, hidayah adalah mutlak hak prerogatif Allah tugas amar maโruf nahi munkar harus dijalankan oleh orang-orang yang berilmu dan arif bijaksana saja. Bukan sembarang orang, apalagi semua memahami konteks sasaran dakwah beserta seluruh tantangan dan problematika riilnya mesti dikaji semendalam mungkin dengan akal sehat dan hati yang hikmah cum cinta merupakan spirit agung yang mesti selalu dilambarkan kepada setiap gerakan amar maโruf nahi jangan sekali-kali melakukan ucapan dan tindakan yang melampaui batas, yakni bertikai, berpecah-belah, dan bermusuhan. Jauhkan diri dari segala risiko negatif yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur masyarakat yang pasti selaras dengan etika kemanusiaan siapa yang sampai terjatuh kepada praktik negatif demikian, baik ucapan ataupun tindakan, seketika ia terlontar dari hamparan subulus salam yang dikandung shiratal mustaqim; sebab niscaya itu hukanlah hikmah; niscaya itu hanyalah letupan hawa nafsu dan bajakan setan yang paling ahli mengelabui. Syariat Islam yang bertahtakan kemaslahatan tidak mengenal jalan ejawantahkannya kecuali kemaslahatan mari berbanyak doa dan permohonan kepada Allah Swt semoga makin hari semua kita diri dan orang lain yang kita dakwahi semakin dekat kepada jalan-Nya dan Dan begitu pulalah hadis tentang โmengubah kemungkaranโ di atas seyogianya dipahami dan peta tersebut menjadi sangat urgen dan krusial; apalagi belakangan ini kita makin kerap saja menemukan ungkapan dan tindakan yang secara lahiriah bermahkotakan syiar Islam, amar maโruf nahi munkar, tetapi cara menjalankannya jauh benar dari cahaya kekarimahan dan maaf, kepada Anda yang sedang berada di lingkaran demikian, kiranya jalan terbaiknya ialah segera keluar meninggalkannya. Carilah lingkaran lain, guru lain, kajian lain, yang lebih selaras dengan keihsanan cum akhlak lagi, maaf. Nyuwun JUGA Kultum Ramadhan Lainnya di Sini
ceramah amar ma ruf nahi munkar